ini
kisah saya saat ingin liburan lebaran,
LIBURAN LEBARAN
Libur
lebaran bagi anak santri adalah hal yang paling ditunggu – tunggu, kangennya
kita kepada sanak keluarga adalah hal yang tidak bisa di hilangkan, berbulan
– bulan kita tidak pernah bertemu, hanya telekomunikasi suara saja yang menjadi jembatannya, di tahun 2005 handphone masih jarang yang punya, maka kalau kita kangen orang tua maka kita harus menyisihkan uang jajan untuk membayar WARTEL , mungkin di jaman sekarang wartel sudah tiada karena dunia teknologi maju begitu pesat, saya harus menyisihkan uang jajan sekitar 10 ribu untuk membayar biya telepon saya ke jakarta, jika ingin murah dan lama untuk mengobrolnya maka menelponnya diatas jam 6 pagi.
– bulan kita tidak pernah bertemu, hanya telekomunikasi suara saja yang menjadi jembatannya, di tahun 2005 handphone masih jarang yang punya, maka kalau kita kangen orang tua maka kita harus menyisihkan uang jajan untuk membayar WARTEL , mungkin di jaman sekarang wartel sudah tiada karena dunia teknologi maju begitu pesat, saya harus menyisihkan uang jajan sekitar 10 ribu untuk membayar biya telepon saya ke jakarta, jika ingin murah dan lama untuk mengobrolnya maka menelponnya diatas jam 6 pagi.
PULAU JAWA DAN LUAR PULAU JAWA
Libur
lebaran di tentukan tempat asal para santri jika santriwan atau santriwati
berasal dari luar pulau jawa maka santri di perkenakan pulang ke tempat asalnya
terlebih dahulu biasanya 15 hari sebelum idul fitri atau 20 hari sebelum idul
fitri. Jika santriwan atau santriwati berasal dari pulau jawa maka
kepulangannya 10 hari sebelum idul fitri.
KEPULANGAN KU YANG PERTAMA
3
hari sebelum kepulangan saya yang pertama ke jakarta setelah berbulan – bulan
menimba ilmu di jawa timur hati saya seperti sudah berada di rumah, saya merasa
gundah ingin cepat – cepat pulang ke jakarta, semua sudah saya rapikan dan
semua sudah bersih dari lemari, baju, kamar, semua sudah saya bersihkan, tapi
ternyata karena saya terlalu semangat padahal kepulangan saya masih 72 jam lagi
teman sekost saya sampai tertawa melihat kelakuan saya.
AKHIRNYA BERANGKAT JUGA
Akhirnya
setelah lama, lama, lama, lama dan laammaaaa saya menunngu, hari yang saya
tunggu datang juga yaitu hari dimana saya pulang kejakarta meninggalkan penjara
suci untuk sementara, ketika itu sebelum keberangkatan di malam harinya jam
20.00 semua para santriawan dan santriwati yang berasal dari daerah JABODETABEK
di kumpulkan diaula untuk membahas kepulangan esok hari, pengumuman yang
dibacakan anatar lain keberangkatan dari pondok menuju stasiun jombang, kereta
yang di booking untuk kepulanagan para santri dan lain – lain . sangking
senangnya besok pulang kejakarta saya tidak mendangarkan apa yang diumukan.
KERETA GAYABARU MALAM
Jam
08.00 kami para santriwan dan santriwati yang berasal dari JABODETABEK sudah
bersiap untuk berangkat ke stasiun jombang, pada saat itu udara sangat panas
sekali apalagi kita sedang menjalankan ibadah puasa, jam sudah menunjukan angka
09.00 tapi kami para santri belum di berangkatkan karena sangking banyak nya
santri yang berasal dari JABODETABEK, setelah lama menunggu tenggerokan pun
sudah mulai terbakar karena lama menunnggu di bawah terik matahari,akhirnyaa
setelah solat dzuhur kami pun diberangkatkan ke stasiun jombang, perjuangan
kami belom selesai di stasiun jombang kami harus menunngu kereta yang akan kami
naiki, alhasil kami harus menunggu lagi sektiar 5jam, karena kereta yang kami
naiki yaitu kereta gayabaru malam sampai di jombang jam 17.00, tapi jam sudah
menunjukan angka 17.25 kereta pun belum terlihat sama sekali, saya pun sudah
merasa lelah,capek ingin minum air dingin hahahh, tapi karena tujuan saya
pulang ke jakarta sudah di depan mata akhirnya saya harus kuat menahan dahaga
ini.
TING TONG TING TONG
ting
... tong...ting...tong suara pengumuman dari petugas kereta bahwasannya kereta
gaya baru malam sudah tiba dan berhenti di peron 4, maka kami pun bergegas
bersiap – siap untuk menyonsong datangnya kereta ini karena saya sudah lelah
menunngu, “CIIIIIIITTT” suara kereta berhenti dihadapan saya. Disini perjuangan
saya belum selesai saya harus berebut dengan santri lain karena tempat duduk
tidak di bagi satu – satu, jadi siapa cepat dia dapat saya pun gak masalah
duduk dimana saja yang penting saya pulang kejakarta.
Ini
adalah kisah saya perjuangan untuk sampai ke tanah kelahiran saya, jika ada
salah kata – kata dari saya maka saya minta maaf yang sebesar – besarnya.
Terima kasih




No comments:
Post a Comment