Breaking

LightBlog

Friday, February 5, 2016

Hari Yang Di nanti



ini kisah saya saat ingin liburan lebaran,
LIBURAN LEBARAN
Libur lebaran bagi anak santri adalah hal yang paling ditunggu – tunggu, kangennya kita kepada sanak keluarga adalah hal yang tidak bisa di hilangkan, berbulan
– bulan kita tidak pernah bertemu, hanya telekomunikasi suara saja yang menjadi jembatannya, di tahun 2005 handphone masih jarang yang punya, maka kalau kita kangen orang tua maka kita harus menyisihkan uang jajan untuk membayar WARTEL , mungkin di jaman sekarang wartel sudah tiada karena dunia teknologi maju begitu pesat, saya harus menyisihkan uang jajan sekitar 10 ribu untuk membayar biya telepon saya ke jakarta, jika ingin murah dan lama untuk mengobrolnya maka menelponnya diatas jam 6 pagi.  

PULAU JAWA DAN LUAR PULAU JAWA
Libur lebaran di tentukan tempat asal para santri jika santriwan atau santriwati berasal dari luar pulau jawa maka santri di perkenakan pulang ke tempat asalnya terlebih dahulu biasanya 15 hari sebelum idul fitri atau 20 hari sebelum idul fitri. Jika santriwan atau santriwati berasal dari pulau jawa maka kepulangannya 10 hari sebelum idul fitri. 

KEPULANGAN KU YANG PERTAMA
3 hari sebelum kepulangan saya yang pertama ke jakarta setelah berbulan – bulan menimba ilmu di jawa timur hati saya seperti sudah berada di rumah, saya merasa gundah ingin cepat – cepat pulang ke jakarta, semua sudah saya rapikan dan semua sudah bersih dari lemari, baju, kamar, semua sudah saya bersihkan, tapi ternyata karena saya terlalu semangat padahal kepulangan saya masih 72 jam lagi teman sekost saya sampai tertawa melihat kelakuan saya. 

AKHIRNYA BERANGKAT JUGA
Akhirnya setelah lama, lama, lama, lama dan laammaaaa saya menunngu, hari yang saya tunggu datang juga yaitu hari dimana saya pulang kejakarta meninggalkan penjara suci untuk sementara, ketika itu sebelum keberangkatan di malam harinya jam 20.00 semua para santriawan dan santriwati yang berasal dari daerah JABODETABEK di kumpulkan diaula untuk membahas kepulangan esok hari, pengumuman yang dibacakan anatar lain keberangkatan dari pondok menuju stasiun jombang, kereta yang di booking untuk kepulanagan para santri dan lain – lain . sangking senangnya besok pulang kejakarta saya tidak mendangarkan apa yang diumukan.

KERETA GAYABARU MALAM
Jam 08.00 kami para santriwan dan santriwati yang berasal dari JABODETABEK sudah bersiap untuk berangkat ke stasiun jombang, pada saat itu udara sangat panas sekali apalagi kita sedang menjalankan ibadah puasa, jam sudah menunjukan angka 09.00 tapi kami para santri belum di berangkatkan karena sangking banyak nya santri yang berasal dari JABODETABEK, setelah lama menunggu tenggerokan pun sudah mulai terbakar karena lama menunnggu di bawah terik matahari,akhirnyaa setelah solat dzuhur kami pun diberangkatkan ke stasiun jombang, perjuangan kami belom selesai di stasiun jombang kami harus menunngu kereta yang akan kami naiki, alhasil kami harus menunggu lagi sektiar 5jam, karena kereta yang kami naiki yaitu kereta gayabaru malam sampai di jombang jam 17.00, tapi jam sudah menunjukan angka 17.25 kereta pun belum terlihat sama sekali, saya pun sudah merasa lelah,capek ingin minum air dingin hahahh, tapi karena tujuan saya pulang ke jakarta sudah di depan mata akhirnya saya harus kuat menahan dahaga ini. 

TING TONG TING TONG
ting ... tong...ting...tong suara pengumuman dari petugas kereta bahwasannya kereta gaya baru malam sudah tiba dan berhenti di peron 4, maka kami pun bergegas bersiap – siap untuk menyonsong datangnya kereta ini karena saya sudah lelah menunngu, “CIIIIIIITTT” suara kereta berhenti dihadapan saya. Disini perjuangan saya belum selesai saya harus berebut dengan santri lain karena tempat duduk tidak di bagi satu – satu, jadi siapa cepat dia dapat saya pun gak masalah duduk dimana saja yang penting saya pulang kejakarta.

Ini adalah kisah saya perjuangan untuk sampai ke tanah kelahiran saya, jika ada salah kata – kata dari saya maka saya minta maaf yang sebesar – besarnya. Terima kasih

No comments:

Post a Comment

Adbox