Cinta
segitiga,
Key
: mas kamu kenal dia gk?
Key
: yang ituuu . . . (menunjuk siswi berkacamata manis).
Saya
: oooh itu kenal kost –
kostnya ada di belakang kostku kenapa?
Key :
salamin ya dari aku,, (penuh harap).
Saya : SIP, insya allah (mengangguk).
Key
adalah temen pertama saya saat kelas 1 SMP dia yang pertama kali ajak saya
bicara, maka saya tidak bisa menolak permintaannya.
NITIP SALAM
Saya
pun bingung cara menyampaikan salam key untuk siswi itu sebut saja namanya
siti, karena saya pemalu, akhirnya saya nitip salam pada teman saya yang dekat
dengannya,
Saya
: saya titip salam ya buat si siti . .
.dari teman saya namanya key
Teman
: ciieeee suka yaa insya allah deh ya saya salamin.
Saya : eeh bukan buat saya tapi buat temen saya
namnya key.
Entah
dia mendengarkan perkataanku atau tidak, keesokan harinya si siti kalau melihat
saya suka senyum – senyum gitu, kalau zaman sekarang bisa di bilang tebar
pesona, karena saya orangnya sumeh (senyum tanpa alasan), mungkin siti
beranggapan saya membalas senyumnya.
KESALAHPAHAMAN
Akhirnya
saya merasa ada kesalahpahaman diantara saya dan siti, waktu itu key pernah
menitip coklat kepada saya untuk diberikan kepada si siti, karena saya orangnya
pemalu akhirnya saya menitipkan coklat itu ketemannya si siti, karena kesalahan
saya sendiri tidak menyampaikan amanat langsung kepada orang yang dituju
alhasil si siti merasa saya suka padanya dan kesalahpahaman pun dimulai.
PAGAR MAKAN TANAMAN
Akhirnya
key pun tahu kalau siti suka dengan saya, entah dari siapa key bisa tahu karena
gosip yang beredar cepat sekali sampai ke telinga key, key pun akhir – akhir
ini jarang berbicara dengan saya, mungkin karena rasa kecewanya pada saya telah
merebut pujaann hatinya kalau pribahasanya tu pagar makan tanaman.
MENJELASKAN YANG TERJADI
Tapi
akhirnya saya bisa menjelaskan kepada key apa yang sebenarnya terjadi,
bahwasannya saya bukan pagar makan tanaman, setelah panjang lebar saya jelaskan
akhirnya key mau mengerti dan kembali seperti biasa. Seolah – olah tidak
terjadi apa – apa , dan saya serta siti juga biasa – biasa saja walaupun saya
mulai menyukainya. Hahahah




No comments:
Post a Comment